Fisika itu GAM (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan)

Oleh: Satria Seto Bhakti


Mayoritas pelajar baik itu di tingkat sekolah menengah, umum, dan bahkan perguruan tinggi, banyak berpendapat bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit karena rumus-rumusnya yang begitu banyak dan rumit dalam pengerjaannya. Tidak jarang guru yang mengajar fisika dianggap sebagai guru killer sehingga membuat fisika sebagai sosok makhluk menakutkan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? 

Berdasarkan kenyataan sebagian pelajar menghafalkan rumus-rumus fisika layaknya buku sejarah tanpa menyadari maknanya. Dengan demikian ketika berlangsungnya ujian mereka merasa kebingungan harus menggunakan rumus yang mana untuk menyelesaikan soal. Banyak rumus fisika yang digunakan tertukar atau lupa disebabkan begitu banyaknya rumus fisika. Hal ini tentu saja sangat merugikan dan membuat siswa menjadi pasrah sehingga membenci pelajaran fisika, dan juga menganggap bahwa fisika itu hanyalah milik orang-orang yang cerdas, serius, gila matematika, dan pada umumnya kurang gaul. Paradigma seperti ini harus segera diubah, jadikan fisika sebagai pelajaran asyik yang bisa dipahami oleh setiap orang meskipun terlihat sulit. Kita perlu mengetahui juga bahwa tidak semua yang sulit itu tidak menyenangkan, tidak semua yang sulit itu tidak menarik, tidak semua yang sulit itu tidak bertaburkan keindahan, dan tidak semua yang sulit itu tidak bisa dicapai. Hal itu disebabkan sesuatu yang diperoleh dengan bersulit-sulit akan memperoleh kepuasan lebih.

Sulit atau tidaknya fisika didukung juga oleh metode pembelajaran yang diberikan oleh guru. Dalam menyampaikan materi fisika, tidak jarang guru hanya menggunakan metode ceramah saja sehingga aktivitas belajar siswa selama di kelas hanya mendengarkan penjelasan dari guru sebagai narasumber. Situasi semacam ini menyebabkan kurangnya partisipasi dari siswa untuk mengemukakan gagasan tentang apa yang telah dipelajari ataupun hanya sekadar bertanya materi yang belum dipahami, sehingga membuat siswa merasa bosan dan motivasi untuk belajar fisika menurun.

Belajar fisika seharusnya tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat rumus, dan menghitung saja, tetapi banyak fenomena alam dan kegiatan yang sering kita lakukan tanpa disadari selalu menerapkan hukum fisika yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran fisika. Misalnya, mengapa berjalan di tempat yang licin itu lebih sulit dibandingkan di tempat yang kasar? Di sinilah ilmu fisika bekerja, bahwa jalan yang licin itu gaya geseknya lebih kecil dibandingkan dengan jalan yang kasar sehingga gaya penahan kaki kita lebih kecil. Oleh karena itu, kita sering terpeleset ketika berjalan di jalan yang licin.

Berdasarkan hal tersebut seorang guru sebagai fasilitator harus mampu memberikan penjelasan fisika yang menarik dan mudah dimengerti oleh siswa. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran fisika secara GAM. GAM di sini merupakan akronim dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Metode pembelajaran fisika GAM ini mengajarkan bagaimana berpikir seperti seorang fisikawan dalam menyelesaikan soal-soal fisika dengan pendekatan logika dan hampir tanpa rumus. Metode ini berdasarkan konsep dasar fisika, sehingga para guru tidak harus memberikan rumus-rumus fisika yang akan membuat siswa pusing dan benci fisika. Sebenarnya tidak hanya siswa yang takut rumus, tetapi guru juga takut, hanya saja tidak terlihat dan berbeda tingkatannya. Fisika tidak identik dengan rumus, soal-soalnya bisa diselesaikan dengan logika sehingga siswa tidak perlu menghafal rumus-rumus fisika, cukup dengan memahami cara pengoperasian perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan saja.

Pembelajaran fisika secara GAM ini menyebarkan atau membuat fisika menjadi gampang dan menyenangkan untuk semua kalangan. Sebagai salah satu contoh adalah tokoh dunia yang sangat terkenal yaitu Thomas Alfa Edison. Dalam kehidupan akademisnya, Thomas Alfa Edison ini kurang bagus, tetapi beliau bisa menjadi orang nomor satu karena hasil penemuannya yang sampai saat ini sangat berguna.

Untuk membuat dan mengajarkan fisika menjadi gampang, asyik, dan menyenangkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
  • ajarkan konsep fisika dan berpikir logika dalam memecahkan masalah-masalah fisika.
  • Jika menemukan masalah fisika yang berkaitan dengan hitungan. Lebih baik berikan angka-angka yang mudah untuk dihitung. Sehingga siswa tidak terfokus ke perhitungan matematis, melainkan fokus pada konsep fisikanya.
  • Ajak siswa untuk memberikan pendapatan tentang hasil penemuan yang telah didapatkannya dan
  • perbanyak eksperimen dan demonstrasi fisika sehingga setiap siswa menikmati asyiknya fisika dan bisa merasakan bahwa fisika itu sesungguhnya menyenangkan.
Adapun untuk mendekatkan fisika menjadi GAM (gampang, asyik, dan menyenangkan) diperlukan beberapa tahapan.

Pertama yaitu dialog sederhana. Dialog merupakan bentuk komunikasi dua arah, di sini yang terlibat adalah guru dan siswa. Seorang guru harus memberi kesan menarik terhadap siswa dalam proses mengajar sehingga ada respon dari siswa dan dari dialog tersebut ada rasa kepuasan tersendiri yang diperoleh siswa. Misalnya, memberi pujian kepada siswa lebih baik dalam pengajaran daripada menghukum atau mencelanya.

Kedua yaitu berimajinasi. Di dalam proses pendidikan, berimajinasi sangat penting untuk dimiliki siswa. Akan tetapi, aspek ini banyak diabaikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Perlu kita ketahui imajinasi penting karena dengan berimajinasi siswa akan bisa melahirkan sebuah konsep, kreativitas, inovasi, dan perilaku yang aktual dalam kehidupannya. Imajinasi lebih utama daripada pengetahuan. Pengetahuan bersifat terbatas, tetapi imajinasi melingkupi dunia. Hampir semua fisikawan terkenal adalah orang-orang yang suka berimajinasi dan seringkali dikatakan sebagai pemikir radikal karena dianggap aneh oleh lingkungan dan seringkali bersifat dogmatis. Albert Einstein adalah contoh populer dari orang yang suka berimajinasi dan mengembangkan imajinasinya. Ia membayangkan bagaimana seandainya ia dapat bergerak dengan kecepatan cahaya. Pemikiran aneh ini menghasilkan teori relativitas khusus yang sampai sekarang masih digunakan. Kemudian hal yang sama dilakukan oleh Newton, kalau saja ia tidak suka melamun di bawah pohon apel mungkin hukum gravitasi tidak ditemukan sampai berpuluh-puluh tahun kemudian. Dengan demikian, imajinasi sangat diperlukan oleh siswa dalam menyelesaikan permasalahan fisika.

Ketiga yaitu menyajikan contoh-contoh soal secara relevan. Dengan tujuan untuk memperkuat penguasaan matematika siswa. Dalam latihan ini, siswa hanya berlatih dengan menggunakan logika matematika yang sederhana yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Keempat yaitu menyajikan materi secara mendalam. Dengan memberikan makna terhadap setiap besaran-besaran fisika, siswa diharapkan beroleh pengetahuan fenomena-fenomena apa saja yang dialami oleh setiap objek.

Kelima yaitu memberikan tugas. Memberikan tugas merupakan suatu cara agar siswa bisa aktif dalam belajar. Fungsi tugas itu sendiri dapat memperdalam bahan pelajaran dan dapat pula mengecek bahan yang telah dipelajari.

Sebenarnya tidak ada kata sulit dalam memahami fisika. Keindahan fisika terletak pada konsep yang selama ini sering ditelantarkan. Jika memahami konsep fisika secara baik dan benar, rumus-rumus yang sulit dengan sendirinya akan dipahami dengan mudah.

2 Responses to "Fisika itu GAM (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan)"

  1. Yohannes Surya memberikan pelatihan fisika Gasing(ga pusing) dan Gampang Asyik dan menyenangkan

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel